Sarang Kalajengking

SARANG KALAJENGKING
(Judul asli: The House of the Scorpion)
Penulis: Nancy Farmer
Penerbit: Matahati, 2005
Genre: fiksi ilmiah
(Newbery Honor 2003, National Book Award)

Ringkasan cerita:
Di suatu zaman futuristik, kloning manusia adalah hal yang sudah biasa dilakukan. Aturannya adalah otak si klon harus dihancurkan (jadi layaknya binatang, tidak bisa berpikir). Matt (tokoh utama) adalah klon dari El Patron (seorang diktator di negara feudal Opium yang terletak antara Aztlan/Meksiko dan AS). Akan tetapi, tidak seperti klon lainnya, otak Matt tidak dihancurkan. Ini merupakan kehendak El Patron sendiri yang mempunyai kekuasaan besar. Di negara Opium pula, praktik menanamkan chip ke dalam otak (agar menjadi budak patuh yang tidak berpikir) berlaku, dan sering dilakukan pada orang-orang membangkang, serta imigran gelap yang tertangkap melewati perbatasan AS/Aztlan. Budak-budak ini dipekerjakan di perkebunan opium milik El Patron.

Matt kecil mengalami hidup yang kurang mengenakkan. Di masa kecilnya, ia diasingkan. Dan ketika diijinkan tinggal di rumah besar keluarga El Patron, semua keluarga El Patron membencinya dan tidak segan-segan menunjukkannya, bahkan kadang di depan El Patron sendiri. Matt harus menghadapi itu semua, dibarengi usahanya untuk memahami keberadaan dirinya dan tujuan El Patron membuatnya sebagai klon: apakah Matt ditakdirkan sebagai pewaris El Patron? atau El Patron ada rencana yang lain yang mengerikan.

Ketika El Patron meninggal, dan Matt menyadari apa yang akan terjadi ia berhasil melarikan diri dari Rumah Besar El Patron, kemudian lolos dari negara Opium ke Aztlan (dalam beberapa bab yang cukup menegangkan). Tapi rupanya ini hanyalah keselamatan yang semu. Ia keluar mulut singa masuk ke mulut buaya. Di Aztlan ia mengalami nasib yang hampir sama buruknya (diperbudak secara terselubung).


Komentar:
Ada buku yang jalan ceritanya heboh dengan alur cepat tapi isinya sekedar menghibur, bikin tegang/ketawa/senyum, lalu begitu selesai dilupakan. Sebaliknya ada juga yang nyastra sekali, isinya dalam, dan bertingkat-tingkat makna tapi dari segi cerita biasa-biasa saja, malah cenderung membosankan bagi pembaca awam (biasanya buku2 yang memenangkan penghargaan sastra). Nah, buku ini kuat dalam kedua hal, baik jalan cerita maupun isi (pesan). Dari awal sampai akhir selama membaca saya tidak bisa menduga, mau ke mana nanti ceritanya. Setidaknya penulis berhasil menjaga perhatian pembaca, tidak pernah berpanjang-panjang dalam hal yang tidak penting/membosankan, walaupun buku ini tergolong tebal.

Ceritanya seru, dan karena ini science fiction, sambil membaca kita juga disibukkan mencari tahu apa perbedaan dan persamaan dunia di buku dengan dunia sekarang. Di samping cerita yang menarik, sebagian isinya juga menyentuh perasaan dan nilai-nilai perenungan yang disampaikan sangat kuat (tanpa menggurui sama sekali), seperti ditulis di depan bukunya "persahabatan, pertahanan hidup" ataupun hal-hal yang lebih besar seperti makna kehidupan, kerusakan lingkungan, sistem masyarakat, dll. Tapi justru saya terkesan bahwa walau gen berperan mempengaruhi sifatmu, tapi justru ada hal lain yang juga penting, yaitu kemauan dari dalam diri, dan lingkungan.

Penulis bisa membuat tokoh utama Matt membuat pembaca berempati dan mendukungnya, walau dia tidak sempurna dan beberapa kali berlaku bodoh.

0 comments:

Newer Post Older Post Home