Anak-Anak Gang Buntu No. 1 (The Family from One End Street)
Eve Garnet
Penerbit Liliput, Februari 2005, 230 halaman

Buku ini menceritakan keluarga yang sepintas tampak biasa saja. Ayah adalah tukang sampah, ibu tukang cuci pakaian, dan anaknya ada tujuh! Tapi ketika membacanya, segala sesuatu jadi tidak biasa. Pertama, saya suka ketawa dengan tingkah anggota keluarga ini, padahal ini bukan buku cerita komedi. Maksudnya kelucuan2nya alami, tidak konyol atau garing. Kedua, anak-anaknya sangat "anak-anak" dan para orang tuanya kadang bertingkah seperti anak-anak juga. Begitu manusiawi.

Dalam buku ini, tiap anak mendapat sorotan, tapi tetap dibingkai dengan keluarga besar mereka. Lily Rose yang tertua merusakkan salah satu selendang cucian ibunya. Kate yang pintar mendapat beasiswa sekolah unggulan, tapi bermasalah dengan seragamnya. Jim dan John menjadi anggota Gerombolan Tangan Hitam, dan diharuskan mencari petualangan (bab favorit saya). Jo gemar nonton Mickey Mouse, tapi berhubung keluarganya miskin, tidak punya uang untuk nonton. Lalu, William si bungsi ikut lomba bayi sehat.

Dari segi penceritaan, kadang tokoh suka melamun memikirkan berbagai hal kesana kemari sampai saya lupa tadi ceritanya sampai mana. Lalu kalimat maupun paragraf kadang panjaaaaang sekali, untunglah narasi tetap mulus. Tapi jadi membuat saya berpikir, anak-anak kuat nggak ya membacanya?

Tapi sayangnya, karena buku ini termasuk tua (aslinya terbitan 1937), beberapa kondisi/budaya masyarakat Inggris saat itu tidak diberi penjelasan, seperti sistem keuangan saat itu yang masih menggunakan shilling, penny, crown. Tentang terjemahan, ada beberapa istilah yang diterjemahkan apa adanya. Seperti vicar menjadi Vikaris, padahal mungkin pembaca Indonesia lebih mengenal istilah pendeta. Lalu ada frase/kalimat tertentu yang membuat saya berhenti dan mengerutkan kening, seperti "mengenakan pengganjal dan sabuk" (hal 104) sebagai bagian dari pakaian. Apa itu? Jadi sayang, penceritaan yang lancar jadi terhenti gara-gara masalah seperti itu.

Bagi yang ingin mencari contoh penggambaran kehidupan keluarga dengan ringan, buku ini wajib baca. Demikian pula bagi yang ingin mengenang masa kecil. Ceritanya sederhana, tidak ada hal-hal yang heboh sekali. Tapi yang sangat realistis adalah perilaku tokohnya sehari-hari. Meski latarnya di negeri lain dan jaman dulu pula, sifat-sifat anak yang selalu ingin tahu, mencoba hal-hal baru, nakal sedikit, dan banyak akal, tidak pernah berubah kapan pun.

0 comments:

Newer Post Older Post Home