Ola, Si Kantong Kresek


OLA, SI KANTONG KRESEK
Penulis: Hikmat Sudjana
Ilustrator: Dyotami
Penerbit DAR! Mizan
Cet 1, Januari 2006, 92 hal, 17 cm
ISBN 979-752-330-6

Ola adalah anak periang, berani, dan pantang menyerah. Salah satu keunikannya adalah kesukaannya memakai kantong kresek sebagai pengganti tas sekolah, oleh karena itu ia dijuluki Si Kantong Kresek. Ketika Asih (teman Ola) dan keluarganya diusir keluar dari kontrakan mereka karena belum membayar sewa, Ola ikut prihatin atas nasib mereka dan dengan cara yang merupakan khas kepribadiannya mencoba membantu mereka. Dan ketika usaha pertamanya gagal, dan Asih beserta keluarganya benar-benar harus pergi, Ola begitu sedih dan tidak mau menerima itu terjadi. Apa yang selanjutnya dilakukan Ola?

Cerita ini walau pendek dan ditulis dengan ringan, menyentuh perasaan karena segala yang dilakukan Ola begitu polos dan berasal dari hatinya. Empatinya pada sesama tak diucapkan dengan kata-kata, tapi langsung ditunjukkan dengan sikap dan perbuatan (tentu dalam cerita ini masih hal-hal yang sesuai dengan logika anak-anak pula). Sifat seperti inilah yang perlu lebih digali dari masyarakat zaman sekarang, baik anak-anak maupun dewasa. Saya membayangkan, harusnya para orang tua di desa Ola malu semua, karena ketika mereka sudah menyerah, Ola yang kemampuannya masih kecil adalah satu-satunya orang yang masih tergerak untuk terus berusaha walau dengan cara yang (tampaknya) remeh temeh. Untunglah semua berakhir bahagia. Apakah karena ini cerita fiksi?

0 comments:

Newer Post Older Post Home