Showing posts with label classics. Show all posts
Showing posts with label classics. Show all posts


Harriet Si Mata-Mata
(Judul asli: Harriet the Spy)
Penulis: Louise Fitzhugh
Penerjemah: Sari Kusuma W.
Penerbit Little K, Februari 2006, 376 halaman, Rp.43.000,00

Harriet ingin menjadi mata-mata. Ia selalu membawa buku catatan untuk menuliskan hasil pengamatannya. Bahkan lebih jauh lagi, ia meluangkan waktu tiap hari untuk mengintip dan menguping kegiatan tetangga beserta teman-temannya. Semua kejadian dituangkan di dalam bukunya apa adanya.

Suatu hari buku tersebut jatuh ke tangan teman-teman Harriet. Mereka marah besar atas hal-hal menyakitkan hati yang ditulis Harriet mengenai mereka. Akhirnya Harriet dimusuhi teman-teman sekelasnya, bahkan kedua sahabat dekatnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Silakan dibaca.


Buku ini menampilkan penokohan anak yang bagus. Harriet, walaupun tidak selalu berlaku bagai 'malaikat', dapat selalu dipahami tindakannya. Hubungan Harriet dengan teman-teman sangat realistik, tanpa dibuat-dibuat. Orang-orang dewasa di sekitar Harriet (orang tua, pengasuh, guru-guru) juga digambarkan dengan wajar dan layaknya orang dewasa yang punya akal sehat, tetapi justru lewat buku ini kita 'mengintip' cara pandang anak terhadap tingkah laku para orang tua dan bagaimana usaha keras anak dalam memahami hal-hal di sekitar mereka. Terakhir, bagian yang paling saya sukai, buku ini ditaburi banyak kutipan dari buku catatan Harriet. Satu-satunya yang mengganggu adalah ilustrasinya yang menggambarkan Harriet berambut pendek (tidak sampai sebahu), padahal di halaman pertama bab satu disebutkan rambutnya panjang.

Anak-Anak Gang Buntu No. 1 (The Family from One End Street)
Eve Garnet
Penerbit Liliput, Februari 2005, 230 halaman

Buku ini menceritakan keluarga yang sepintas tampak biasa saja. Ayah adalah tukang sampah, ibu tukang cuci pakaian, dan anaknya ada tujuh! Tapi ketika membacanya, segala sesuatu jadi tidak biasa. Pertama, saya suka ketawa dengan tingkah anggota keluarga ini, padahal ini bukan buku cerita komedi. Maksudnya kelucuan2nya alami, tidak konyol atau garing. Kedua, anak-anaknya sangat "anak-anak" dan para orang tuanya kadang bertingkah seperti anak-anak juga. Begitu manusiawi.

Dalam buku ini, tiap anak mendapat sorotan, tapi tetap dibingkai dengan keluarga besar mereka. Lily Rose yang tertua merusakkan salah satu selendang cucian ibunya. Kate yang pintar mendapat beasiswa sekolah unggulan, tapi bermasalah dengan seragamnya. Jim dan John menjadi anggota Gerombolan Tangan Hitam, dan diharuskan mencari petualangan (bab favorit saya). Jo gemar nonton Mickey Mouse, tapi berhubung keluarganya miskin, tidak punya uang untuk nonton. Lalu, William si bungsi ikut lomba bayi sehat.

Dari segi penceritaan, kadang tokoh suka melamun memikirkan berbagai hal kesana kemari sampai saya lupa tadi ceritanya sampai mana. Lalu kalimat maupun paragraf kadang panjaaaaang sekali, untunglah narasi tetap mulus. Tapi jadi membuat saya berpikir, anak-anak kuat nggak ya membacanya?

Tapi sayangnya, karena buku ini termasuk tua (aslinya terbitan 1937), beberapa kondisi/budaya masyarakat Inggris saat itu tidak diberi penjelasan, seperti sistem keuangan saat itu yang masih menggunakan shilling, penny, crown. Tentang terjemahan, ada beberapa istilah yang diterjemahkan apa adanya. Seperti vicar menjadi Vikaris, padahal mungkin pembaca Indonesia lebih mengenal istilah pendeta. Lalu ada frase/kalimat tertentu yang membuat saya berhenti dan mengerutkan kening, seperti "mengenakan pengganjal dan sabuk" (hal 104) sebagai bagian dari pakaian. Apa itu? Jadi sayang, penceritaan yang lancar jadi terhenti gara-gara masalah seperti itu.

Bagi yang ingin mencari contoh penggambaran kehidupan keluarga dengan ringan, buku ini wajib baca. Demikian pula bagi yang ingin mengenang masa kecil. Ceritanya sederhana, tidak ada hal-hal yang heboh sekali. Tapi yang sangat realistis adalah perilaku tokohnya sehari-hari. Meski latarnya di negeri lain dan jaman dulu pula, sifat-sifat anak yang selalu ingin tahu, mencoba hal-hal baru, nakal sedikit, dan banyak akal, tidak pernah berubah kapan pun.

Older Posts Home